MENU PILIHAN
· Depan
· Account Anda
· Arsip Berita
· Lihat Semua Topik
· Lihat Statistic
· Members List
· Search
· Submit News
 
INFO PENGUNJUNG
Saat ini ada, 69 tamu 0 member yang sedang online.

Anda bukan member. Silakan daftar di sini, gratis!
 
LOGIN MEMBER
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.
 
PILIHAN BAHASA


 
TOTAL HITS
Kami sudah menampilkan
1155686
halaman sejak 30 January 2007
 
BUKU TAMU
Anda dapat mengisi/membaca GUESTBOOK yang telah kami sediakan ini. ISI/BACA: BUKUTAMU




 
KEKEJAMAN NKRI

























 
 
Selamat Datang di:

Situs Berita: KABAR PAPUA ONLINE


Salam Nasional Papua Barat
ONE PEOPLE, ONE SOUL

Ttd

WEBMASTER
Email Redaksi: kabarpapua@yahoo.com
________________________________________________________________

 

Sejarah Jangan sebagai Dendam pada Masa Lalu
Pendidikan Politik
DR. Alexander Tjaniago [E-mail: yskp45@yahoo.co.id]

Apa yang dinamakan SEJARAH taklain daripada produk pekerjaan manusia dalam formasi tingkat perkembangan syarat-syarat hidup atau hubungan sosialekonomi pada tingkat tertentu, dan yang diteruskan dari generasi ke generasi. Justru itu tidak dibenarkan adanya penggelapan SEJARAH, karena SEJARAH menyangkut erat kontinuitas existensi kesadaran dari masyarakat atau Bangsa dimana SEJARAH itu berlangsung.
Dikirim oleh namek pada Friday, 21 November 2008 (11 kali dibaca)
(selengkapnya... | 3046 byte lagi | komentar? | Nilai: 0)
Mahasiswa Papua Mulai Eksodus Pulang Ke Papua
Pengetahuan Umum
Jayapura, [kabarpapua.com] - Hampir seluruh Mahasiswa Papua Barat di Jawa, Bali dan Sulawesi sepakat pulang Papua. Kemarin (17/11/08), pada kloter pertama, puluhan Mahasiswa asal Sulawesi tiba di Papua. Mereka mulai di tampung di Jayapura.
Dikirim oleh amanai pada Wednesday, 19 November 2008 (236 kali dibaca)
(selengkapnya... | 790 byte lagi | 10 komentar | Nilai: 0)
Untuk Siapa Mahasiswa Papua Berpolitik?
Opini/Artikel
Oleh : Oktovianus Pogau

SEBENARNYA saya sangat menyadari kemampuan dan keberadaan saya sebagai seorang pelajar. Dan saya rasa, tidak pantas saya menulis artikel seperti ini. Tapi ada satu pertanyaan: kalau bukan saya yang suarakan, siapa lagi?
Dikirim oleh kalibobo pada Tuesday, 18 November 2008 (151 kali dibaca)
(selengkapnya... | 13096 byte lagi | 6 komentar | Nilai: 0)
Hitam Manis
Opini/Artikel
Minggu, 16 November 2008 | 02:13 WIB

Samuel Mulia

Hitam manis hitam manis
Yang hitam manis
Pandang tak jemu pandang tak jemu
Yang hitam manis pandang tak jemu
Dikirim oleh namek pada Monday, 17 November 2008 (94 kali dibaca)
(selengkapnya... | 8353 byte lagi | komentar? | Nilai: 0)
Pembagian BLT Ciptakan Perang Suku di Distrik Kelela
Politisasi NKRI Atas Papua
1 Tewas, Puluhan lainya Luka-luka

MAMTENG [kabarpapua.com]
- Pembagian BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang dicanangkan Pemerintahan SBY-KALLA kepada masyarakat di seantero wilayah di Indonesia telah memakan korban rakyat tidak berdosa. Hal ini terlihat dari pembagian BLT yang dilakukan di tanah Papua pada umumnya dan khususnya Masyarakat di Distrik Kelela, Kabupaten Mamberamo Tangah.
Dikirim oleh Marvic pada Sunday, 16 November 2008 (103 kali dibaca)
(selengkapnya... | 2990 byte lagi | 3 komentar | Nilai: 0)
Jembatan Ambrol, Anggota Denzipur Merauke Hilang
Terrorisme NKRI
MANOKWARI, SELASA — Seorang anggota TNI Satuan Denzipur XI di Merauke Provinsi Papua, Didik Haryadi, Selasa (11/11), hilang saat Jembatan Kali Kumbi ambrol. Pada waktu itu Didik bersama rekannya sedang mengantar truk bermuatan alat berat eskavator menuju Distrik Kurik.
Dikirim oleh Marvic pada Sunday, 16 November 2008 (49 kali dibaca)
(selengkapnya... | 1083 byte lagi | 2 komentar | Nilai: 5)
Awas! Papua Siap Lepas
Pendidikan Politik
Oleh : Nurtina Santhy


KabarIndonesia.com - Gerakan separatisme di Indonesia akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan. Banyak para pengamat yang memperkirakan Papua bakal menjadi wilayah kedua setelah Timor-Timur (Timtim) yang lepas dari NKRI, tanda-tanda Papua akan segera lepas dari NKRI sudah sangat jelas.
Dikirim oleh Marvic pada Sunday, 16 November 2008 (222 kali dibaca)
(selengkapnya... | 2768 byte lagi | 12 komentar | Nilai: 0)
"Diskriminasi Positif" Masih Diperlukan
Politisasi NKRI Atas Papua
AntiDiskriminasi

Jumat, 14 November 2008 | 00:21 WIB

Jakarta, Kompas - Sekalipun Undang-Undang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis sudah disahkan, ”diskriminasi positif” masih tetap diperlukan. Kebijakan afirmatif dengan memprioritaskan kelompok tertentu semata-mata hanya untuk mengurangi ketertinggalan dan ketentuan itu pun tidak boleh bersifat permanen.
Dikirim oleh namek pada Saturday, 15 November 2008 (89 kali dibaca)
(selengkapnya... | 1987 byte lagi | 1 komentar | Nilai: 0)
Situasi Politik: Internasional, Indonesia dan Tanah Papua
Opini/Artikel
Ditulis Oleh: Hans Gebze

Analisis ini dilakukan guna memetakan secara jelas fenomena politik global yang mulai mengkerucut kedalam era baru politik perang dingin pasca terjadinya perang terbatas antara Rusia dan Georgia, selain itu perang melawan terror atau war on terror yang dikembangkan Regime G.W Bush dari AS di kawasan Teluk juga memberikan dampak yang jelas bagi terbangunnya aliansi-aliansi taktis dari para pihak yang bertikai.
Dikirim oleh namek pada Friday, 14 November 2008 (185 kali dibaca)
(selengkapnya... | 66037 byte lagi | 3 komentar | Nilai: 5)
Mati atau Merdeka!
Pendidikan Politik
Ditulis Oleh: Abu Nawas [abunawas74@yahoo.com]

Secara filosofis ideologi macam ini tidak lagi relevant bagi negara yang sudah merdeka. Misalnya, Mati atau Merdeka! Sudah tidak lagi pas atau cocok untuk zaman dan konteks masyarakat tertentu, misalnya Indonesia yang sudah merdeka. Tapi yang yang lain tetap relevant, misalnya Negara-negara yang kini berjuang membebaskan tanah airnya dari penjajahan asing sama halnya Papua. Tapi para pemimpin Papua lain mereka maunya sama dengan Indonesia . Papua karena itu, menentukan jalan seperti Indonesia merdeka, dengan jargon “Papua Zona Damai”. Padahal Indonesia tidak sama dengan Papua, tapi bagi Papua, untuk itu penting dan baik, memiliki pemimpin dan memilih prinsip ini.
Dikirim oleh namek pada Thursday, 13 November 2008 (137 kali dibaca)
(selengkapnya... | 9632 byte lagi | 7 komentar | Nilai: 3)
Demo, Tuntut Dialog Pangdam dan Kapolda
Aksi MassaMassa Berdoa di Makam Theys

Jayapura, [cepos] - Puluhan massa kemarin kembali mendatangi gedung DPR Papua di Jayapura. Para pendemo ini menuntut janji DPR Papua pada aksi mereka tanggal 3 November lalu yang akan menfasilitasi mereka untuk bertemu Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjend TNI AY Nasution dan Kapolda Papua Irjend Pol FX Bagus Ekodanto, terkait pengungkapan penembakan Opinus Tabuni 9 Agustus lalu di Wamena
Dikirim oleh amanai pada Thursday, 13 November 2008 (109 kali dibaca)
(selengkapnya... | 7426 byte lagi | 3 komentar | Nilai: 0)
Papuans voice discontent with govt
Politik Papua di Luar Negeri
Abdul Khalik, The Jakarta Post, Jakarta

Anyone who thinks the discussion on Papuan independence is over should listen to Hans Gebze and other young Papuans.
Dikirim oleh namek pada Thursday, 13 November 2008 (152 kali dibaca)
(selengkapnya... | 3529 byte lagi | 7 komentar | Nilai: 5)
Otsus Papua Belum Membawa Perubahan
Politisasi NKRI Atas Papua
Jakarta - Pemerintah pusat dinilai tidak responsif untuk menyelesaikan persoalan yang ada di Papua. Hingga kini belum ada langkah konkret untuk menangani berbagai persoalan. Bahkan, otonomi khusus (Otsus) yang dilaksanakan tidak jelas, sehingga tidak membawa perubahan bagi kesejahteraan orang Papua. Pemerintah pusat diminta mengambil tindakan nyata, sehingga Papua tidak merasa didiskriminasi.
Dikirim oleh namek pada Thursday, 13 November 2008 (75 kali dibaca)
(selengkapnya... | 3379 byte lagi | 2 komentar | Nilai: 0)
Papua, Antara HAM dan Kepentingan RI
Opini/Artikel
Oleh: Oktovianus Pogau

TERKUTUKLAH
manusia yang membunuh sesamanya tanpa sebab dan akibat. Membunuh sesama manusia sama saja dengan membunuh Sang Pencipta yang telah menciptakan, dan tentunya bukan tidak mungkin Sang Pencipta akan marah dan geram terhadap pembunuh tersebut. Nah, dengan demikian hal ini perlu menjadi perenungan panjang kepada setiap bangsa, suku, dan golongan yang sering melakukan kejahatan biadap terhadap sesamanya.
Dikirim oleh kalibobo pada Wednesday, 12 November 2008 (118 kali dibaca)
(selengkapnya... | 15458 byte lagi | 2 komentar | Nilai: 0)
Obama Bisa Jadi Inspirasi Perubahan Untuk Papua
Pendidikan Politik
07 Nopember 2008 06:19:01

JAYAPURA- Kemenangan senator Ilinois Barack Hussein Obama menjadi Presiden ke-44 Negara Adidaya Amerika Serikat (AS), diyakini akan mampu membawa efek penting bagi bangsa Indonesia pada umumnya dan Papua khususnya.  Pengamat Politik Papua Drs. Nafi Sanggenafa, MA mengungkapkan, secara pribadi maupun selaku pimpinan fakultas sangat bangga dengan kemenangan  Senator berusia 47 tahun itu.
Dikirim oleh namek pada Sunday, 09 November 2008 (251 kali dibaca)
(selengkapnya... | 4822 byte lagi | 7 komentar | Nilai: 0)
RANDOM HEADLINES

Derita  Pengungsi
[ Derita Pengungsi ]

·UNHCR tidak bersedia pindahkan pengungsi Papua ke Vanuatu
·42 Suaka Papua Di Australia Tidak Ingin Kembali
·30 WNI di PNG Minta Suaka ke Negara ke Ketiga
·Syarat Repatriasi Harus Setia Pada NKRI
·Pemulangan 600 Warga dari PNG Perlu Diwaspadai
·Bencana Kelaparan di Duma Dama, 21 Orang Meninggal
·Solidaritas Bangsa Melanesia Diuji
·Bulan Desember, IGSSARPRI akan Memulangkan Ratusan Pengungsi Papua Barat
·Australia Deportasi 5 Pencari Suaka Asal Papua
 
BERITA TERAKHIR
Berita Populer Hari Ini:

Sejarah Jangan sebagai Dendam pada Masa Lalu
 
BERITA LALU
Sunday, November 09
· Diskusi Publik: Masa Depan Papua Pasca Peluncuran IPWP
· Percakapan dengan Lugo dan Chavez
· SERUAN AKSI PERINGATI HARI MATINYA HAM DAN DEMOKRASI
Saturday, November 08
· PENDIDIKAN DI PANIAI MACET
· Kapolres Boven Digul Bantah Basilius Tewas Ditembak
· Kesesatan Dalam Kesesatan
Thursday, November 06
· Pastoral Letter
Tuesday, November 04
· Australia Warning Warganya Berkunjung ke Indonesia
· Massa Nyaris Bentrok, Tuding DPRP Sahkan Militer Masuk Papua
· Stop Praktek Militer ke Papua
· Tolak Undang-Undang Pornografi, Papua Barat Ancam Pisah dari NKRI
· Tolak Militerisme di Papua
· Tolak Militerisme di Papua
Sunday, November 02
· Pepera dan "Ingatan Kembali" Orang Papua
Thursday, October 30
· F-PEPERA PB : Rakyat Papua Terancam!
· Ketua DAP Kembali Diperiksa
Wednesday, October 29
· Represi Hukum Aparat Neo-Kolonial Indonesia: Bukan Penghalang!
· Kabid Humas: Ada Unsur-unsur Makar
· Dijerat Pasal Makar
· Bucthar Tabuni Penuhi Panggilan Polisi

Artikel Lama
 
ALBUM FOTO AKSI
Banyak Aksi yang telah bahkan akan dilakukan dalam rangka memperjuangkan aspirasi "Papua Merdeka" di berbagai belahan negara di dunia. Untuk mengetahuinya, Anda dapat melihatnya: disini

Salam Juang,
Papua Pasti Merdeka!!!


 
phpnuke themes design by ethaidesign.com